Showing posts with label INGATLAH....... Show all posts
Showing posts with label INGATLAH....... Show all posts

Monday, August 16, 2010

TAUBAT


TAUBATLAH NASUHAH!!!!!


Ketika kita sedang membaca tulisan ini, apakah dosa terakhir yang telah kita buat sebelum ini? dalam masa sesaat, seminit, sejam, sehari, seminggu, sebulan dan seterusnya sebelum ini, apakah kita telah melaluinya tanpa sebarang dosa pun yang terpalit di hati? Hakikatnya, kita semua pasti telah melakukan dosa, daripada sekecil-kecilnya hinggalah sebesar-besarnya. Ya, setiap bani Adam itu pasti melakukan dosa, sebaik-baik orang berdosa ialah mereka yang bertaubat. Persoalannya, adakah kita tergolong di kalangan sebaik-baik orang yang berdosa?

Sehebat mana maksiat yang kita lakukan, kita pasti membencinya tatkala kita kembali merenung dan bermuhasabah sendirian. Sepuas mana hati itu merasa dengan dosa yang kita lakukan, pasti ada tersudut perasaan benci, dan menyesal yang teramat sangat atas apa yang telah kita lakukan. Itulah fitrah yang telah Allah ciptakan dalam diri kita. Bukannya kita tidak merasa menyesal, tapi kita selalu menolak rasa penyesalan dan masih terus memenangkan kemaksiatan. Kita ingin bertaubat dengan sebenar-benarnya, namun perasaan ingin bertaubat itu tersisih di pinggiran hati.

Pun begitu, Allah memahami kita lebih daripada kita memahami diri sendiri. Allah itu terlalu besar pengampunannya buat hamba-hamba-Nya. Namun, kita selalu bongkak dan merasa bahawa dosa kita itu lebih besar daripada rahmat Allah dan tak mungkin terampun. Sombong, tidak mahu kembali kepada Allah. Lalu kita berputus asa daripada menagih keampunan dan Rahmat Allah kerana dibohongi perasaan sendiri, dipalingkan oleh syaitan, dikuasai oleh ego yang tidak selayaknya bagi kita. Kita mengeluh sendirian, “ah, aku terlalu berdosa, tak mungkin aku dapat kembali ke jalan yang lurus”, seolah-olah kita itu lemah dan patut dikasihani, namun sebenarnya kita itu sombong dan angkuh terhadap Allah! Sedarkah kita?

Lalu kita terus mengikuti dosa dengan dosa, sedangkan Rasulullah berpesan:

“Bertakwalah kamu kepada Allah di mana sahaja kamu berada, dan iringilah kesalahan kamu dengan kebaikan, nescaya kebaikan itu akan menghapuskan kesalahan tersebut dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi)

Jelas bahawa seorang hamba itu tidak dapat lari daripada tergelincir ke lembah maksiat dan dosa, namun dia juga sentiasa dialu-alukan oleh Allah untuk memohon ampunan dan kembali taat. Maka tatkala kita merasakan bahawa kitalah yang paling berdosa dan terlalu besar maksiat yang kita lakukan, kita juga harus sedar bahawa tatkala itu, kitalah yang paling wajib untuk kembali ke pangkuan Ilahi, bertaubat sepenuh hati. Ya, taubat itu bagi seorang Mukmin bukannya satu pilihan, tapi satu kewajipan kerana dosa itu sesuatu yang tidak dapat dielakkan, besar mahupun kecil.

Itu satu sudut pandang buat mereka yang berdosa, agar kita tidak terjerumus ke dalam tipu daya syaitan yang menghalang kita daripada menagih keampunan Allah biar sebesar mana dosa kita. Jangan biarkan taubat itu tersisih di pinggiran hati, lantas hilang sebelum sempat ia memasuki hati. Namun, dalam satu sudut yang lain, tidak harus kita berangan-angan akan Rahmat Allah lantas selesa dengan berbuat dosa. Kita memujuk hati dengan mengatakan, “Allah itu kan Maha Pengampun, jadi tak ada masalah berbuat dosa berkali-kali.” Anggapan yang sebegini akan menjerumuskan kita lebih jauh ke dalam lembah kemaksiatan sehingga semakin sukar untuk kita kembali.

Maka, jangan tunggu dosa itu bertampuk dan semakin menggelapkan hati. Tatkala kita terdetik untuk bertaubat, teruskanlah taubat itu dan jangan lengah-lengahkan atau tangguhkan. Setiap kali kita tergelincir, bertaubatlah. Allah tak mengira berapa kali kita sudah melakukan dosa tersebut, tetapi Allah pasti menerima taubat setiap hamba-Nya yang ikhlas dan lahir daripada sudut hati yang sedar akan kekuasaan Allah.

Jangan biarkan taubat itu tersisih di pinggiran hati, masukkan ia ke dalam hati dan laluilah jalan yang diredhai Allah. Mudah-mudahan Allah tidak menyisihkan kita di hari perhitungan di pinggiran Neraka, bahkan di jurang api neraka. Na’udzubillah!

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, kerana manusia diciptakan (bersifat) lemah.”

(An-Nisaa’: Ayat 27-28)

Tuesday, August 10, 2010

aurat wanita

AURAT WANITA


Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam elah bersabda."Artinya : Tidak diperbolehkan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan wanita melihat aurat wanita. Dan tidak boleh seorang laki-laki dengan orang laki-laki lain dalam satu selimut, dan wanita dengan wanita lain dalam satu selimut". (Hadits Riwayat Muslim) Imam Nawawi Rahimahullahu mengatakan:
"Dalam hadits tersebut terdapat larangan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan wanita melihat aurat wanita lain. Larangan ini sama sekali tidak dapat diganggu gugat".
Selanjutnya Imam Nawawi mengatakan :
"Mengenai sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Dan tidak boleh seorang laki-laki bergabung dengan orang laki-laki lain dalam satu selimut, dan wanita bergabung dengan wanita lain dalam satu selimut',
merupakan larangan yang sifatnya haram apabila diantara keduanya tidak terdapat pemisah. Dan itu menunjukkan larangan penyentuhan aurat bagian tubuh mana pun, baik laki-laki maupun wanita. Hal itu telah menjadi kesepakatan para ulama. Banyak orang yang meremehkan masalah itu, di mana mereka banyak yang mandi dalam satu kamar mandi. Oleh karena itu,hendaknya setiap orang menjaga pandangan, tangan dan anggota tubuh lainnya dari aurat orang lain, serta memelihara auratnya jangan sampai dilihat dan disentuh oleh orang lain. Dan apabila melihat orang yang mengabaikan hal itu, maka hendaklah mereka menjauhi dan memperingatkannya.
Dalam hal ini penulis tambahkan, larangan ini juga mencakup tidurnya seorang wanita dengan wanita lain dalam satu tempat tidur tanpa busana sehingga mengakibatkan aurat masing-masing dari keduanya tersentuh atau terlihat. Dan hal itu termasuk perbuatan-perbuatan haram dan sekaligus merupakan awal dari tindakan cabul.
Batasan aurat yang harus ditutupi oleh wanita Muslimah bagi wanita Muslimah lainnya adalah dari pusar sampai ke lutut. Sedangkan aurat yang harus ditutup oleh wanita Muslimah dari pandangan wanita non-Muslimah adalah seperti penutupan yang harus dilakukannya terhadap laki-laki yang bukan muhrimnya.
Tapi banyak wanita Muslimah yang menganggap remeh masalah ini. Sehingga tidak jarang anda melihat salah seorang dari mereka dengan tidak segan-segan membuka auratnya di hadapan temannya baik karena adanya sebab maupun tidak. Tidak jarang mereka saling bantu membantu mencukur rambut kakinya dan bahkan rambut kemaluannya. Semuanya itu merupakan perbuatan yang jelas-jelas dilarang syari'at.

perkara-perkara yang makruh dalam solat

1.meninnggalkan sesuatu pkr sunat dalam sembahyang dengan sengaja
2.melakukan bacaan yang menyonsang dari susunan yang ada dalam al-quran
3.membaca dalam rakaat ke-2 bacaan surah yang lbh pjg daripada yang di baca dalam rakaat pertama
4.mengulangi pembacaan surah yang sama dalam satu rakaat yang sama atau dalam 2 rakaat
5.melakukan sesuatu yang tidak bermakna dengan tangannya tanpa ada sebab yang perlu
6.memejamkan kedua2 mata perlu tanpa ada tujuan
7.berpaling dengan dada msh menghadap qiblat ktk solat tanpa sebarang sebab
8.berdiri sebelah kaki @ mengangkat sebelah kaki lalu disandarkan kpd kaki satu lagi
9.bersembahyang dalam keadaan menahan keinginan utk membuang air kecil,air besar @ menahan daripada terkentut
10.mengerjakan sembahyang dalam keadaan bersandar ke dinding atau sebagainya
11.membaca surah atau ayat dalam 2 rakaat akhir sembahyang fardhu kecuali makmum yang masbuq yang ketinggalan rakaat pertama dan kedua
12.membaca nyaring di tempat yang sepatutnya perlahan atau sebaliknya
13.menghamparkan kedua 2 belah lengan swmasa sujud seperti yang dilakukan oleh singa
14.mengerjakan solat dengan menggunakan pakaian harian atau pakaian untuk bekerja sekiranya mempunyai pakaian yang lain
15.sembahyang tanpa berbaju sedangkan dia mampu memakainya
16.bersembahyang dengan pakaian yang terlukis dengan gambar binatang ataupun manusia
17.mengerjakan solat di tempat2 spt bilik mandi,pasar,tempat lalu-lalang,kubur gereja,tempat bungan sampah,tempat penyembelihan, dan kandang binatang