Showing posts with label MUHASABAH. Show all posts
Showing posts with label MUHASABAH. Show all posts

Friday, November 26, 2010

HAMBA YANG BERDOSA...


SEGALA PUJI BAGI ALLAH TUHAN SEKALIAN ALAM.....(RABBILA'LAMIN)

Wahai diri yang penuh lumpur dosa dan noda,
wahai diri yang selalu mengikut hawa nafsu dengan serakahnya,
wahai diri yang menjadikan kehidupan satu sia-sia,
wahai diri yang selalu menjadikan angan-angan satu persendaan,

ingatlah wahai diri yang penuh dosa dan noda,
bersegeralah taubat nasuha dengan secepat mungkin selagi matahari tidak terbit dari barat, dan nyawa tidak sampai lagi ke tengkorok. Kamu masih lagi boleh bertaubat pada-Nya. Dalam firman-Nya

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu`min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."(Al-Thrim:08)

Ingatlah wahai diri yang mengikut hawa nafsu,
bahawa sesungguhnya kita hidup di dunia ini hanya sementara sedangakn kehidupan di akhirat tiada penghujungnya. Itulah kampung kita, disitulah tempat pengadilan bagi setiap hambanya yang taat dan juga ingkar. Apa guna kita mengikut hawa nafsu yang tidak sudah2 menyuruh kita dalam melakukan kejahatan dan jauh dari kebenaran. firman ALLAH di dalam kitab-Nya yang mulia



Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur`an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu , Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,(AL-MAIDAH:48)

Ingatlah wahai diri yang hina,
janganlah kamu terperangkap dengan dunia yang menghidangkan perkara yang sia2
sedangkan kamu dalam kerugian di dunia dan juga akhirat.
Al-Imam syafie rahimaullah taala, pernah bermadah siapa inginkan dunia hendakalah berilmu, siapa inginkan akhirat hendaklah berilmu dan siapa yang inginkan dunia dan akhirat hendaklah berilmu.
wahai diri yang dhoif,

iNGATLAH......
Dunia lebih hina dari bangkai kambing
Dari Jabir ra, Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah sungguh dunia ini lebih hina dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing dalam pandangan kalian." (HR.Muslim)

Dunia adalah penjara mukmin dan syurga bagi kaum kafir
Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Dunia adalah penjara bagi orang-orang mukmin dan syurga bagi orang-orang kafir." (HR.Muslim)

Dunia ibarat sayap nyamuk
Sahl bin Sa'ad As Sa'idy ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Andai kata dunia ini bernilai di sisi Allah sebesar sayap nyamuk, niscaya tidak akan diberikannya kepada orang kafir meski seteguk air." (HR.Tirmidzi)

SUBHANALLAH(MAHA SUCI ALLAH) WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLAH......

Saturday, November 20, 2010

Akhir Hidup Para Pendengki

Hasad (Dengki, iri hati, hasut) adalah penyakit lama yang telah mencelakakan banyak orang dan menyakiti mereka.

Pendengki akan selalu murka dan menindas orang yang tidak berdosa. Karena itu ada pepatah Arab mengatakan, “Allah telah membunuh Hasad, betapa adilnya Dia. Ia (dengki) memulai dengan tuannya sendiri (pendengki) lalu membunuhnya.”

‘Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Cukuplah bagimu bahwa pendengki itu menggunakan kesempatan waktu sukamu.”

Allah Ta’ala berfirman dalam sebagian hadits Qudsi, “Pendengki adalah musuh nikmat-Ku, orang yang selalu jengkel terhadap perbuatan-Ku dan tidak rela terhadap pemberian (anugerah)-Ku.”

Orang-orang Arab sering berkata, “Seorang tuan tidak pernah luput dari seorang pengasih yang selalu memuji dan seorang pendengki yang selalu mencerca.”

Seorang Ahli fiqih bernama, Abu al-Laits as-Samarqandy RAH., berkata, “Ada lima sanksi yang akan sampai terlebih dahulu kepada si pendengki sebelum hasad (dengki)nya sampai kepada sasaran/targetnya (orang yang didengki); pertama, kegundahan yang tidak kunjung putus. Kedua, musibah yang tidak ada nilai pahalanya. Ketiga, celaan yang tidak ada pujiannya. Keempat, kemurkaan Rabb dan kelima, tertutup baginya pintu mendapatkan taufiq Allah.

Wahai saudara Muslim, bertakwalah kepada Allah pada dirimu dan janganlah suka menyakiti orang terhadap apa yang mereka tidak lakukan dengan cara manipulasi atau pun dusta. Ingatlah hari esok saat engkau berada di hadapan Allah Ta’ala.

Ingatlah bahwa dunia ini tidak berhak untuk menjadi tempat mendengki atau saling bermusuhan. Sedangkan engkau wahai orang yang menjadi sasaran/target (yang didengki), bersabarlah atas penyakit si pendengki sebab kesabaranmu akan membunuhnya. Ibarat api; bila tidak mendapatkan sasaran lain, maka akan melahap sebagian dirinya sendiri.

Ambillah pelajaran dari kisah berikut ini dan simaklah dengan baik:

Menurut suatu riwayat, ada seorang laki-laki, seorang Arab Badui (pedalaman) datang menemui Amirul Mukminin, al-Mu’tashim Billah. Lalu kemudian orang ini mendapat tempat di hati Amirul Mukminin sehingga dijadikan sebagai orang kepercayaannya yang bisa keluar-masuk istana kapan saja tanpa perlu meminta izin.

Di istana, rupanya ada seorang menteri yang suka dengki terhadap orang lain. Sasarannya kali ini adalah si orang Badui tersebut. Ia berkata dalam hatinya, “Jika aku tidak merancang bagaimana cara membunuh si Badui ini, pastilah ia akan semakin mendapat tempat di hati Amirul Mukmin dan menyingkirkanku.”

Lalu dimulailah siasat liciknya dengan mendekati si orang Badui, bermanis-manis dengannya hingga mengajaknya bertandang ke kediamannya. Sesampainya di sana, ia menyediakan untuk tamunya, si orang Badui ini makanan yang dicampurnya dengan banyak sekali bawang putih. Si orang Badui ini tidak menyadari siasat licik sang Menteri sehingga ia memakan saja hidangan tersebut. Tatkala selesai makan, berkatalah sang Menteri kepadanya, “Hati-hati, jangan terlalu dekat jarakmu dengan Amirul Mukminin kalau berbicara sebab nanti ia akan mencium bau bawang putih dari mulutmu sehingga ia merasa terganggu. Ia orang yang sangat anti terhadap bau bawang.”

Dalam waktu yang sama, sang menteri yang pendengki ini kemudian pergi menghadap Amirul Mukminin guna melancarkan hasutannya. Begitu hanya tinggal berdua saja dengan Amirul Mukminin, ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya si orang Badui itu berkata tentangmu kepada orang-orang bahwa engkau memiliki bau mulut tak sedap dan ia hampir mati karena bau tersebut.”

Tak berapa lama, si Badui datang menemuinya namun tidak seperti biasanya. Ia menutupi mulutnya dengan lengan bajunya karena takut Amirul Mukminin mencium bau bawang putih dari mulutnya. Akan halnya, Amirul Mukminin –akibat hasutan sang menteri pendengki- melihat gejala yang tidak beres dan membenarkan apa yang dikatakan sang menteri kepadanya mengenai si Badui tersebut.

Lalu Amirul Mukminin menulis surat kepada sebagian pegawainya yang berisi pesan, “Bila suratku ini sampai ke tanganmu, maka penggallah leher pembawanya.!”

Kemudian ia memanggil si orang Badui dan menyerahkan surat yang ditulisnya seraya berkata, “Pergilah menemui si fulan dan bawa kepadaku jawabannya.”

Tanpa rasa curiga sedikitpun, si Badui melaksanakan titah tersebut. Ia lalu mengambil surat itu dan membawanya keluar dari sisi Amirul Mukminin. Baru saja ia muncul di pintu, tiba-tiba sang Menteri pendengki menemuinya seraya bertanya, “Hendak pergi ke mana engkau.?”
“Aku akan membawa surat Amirul Mukminin ini kepada seorang pegawainya, si fulan,” jawab si Badui

Sang menteri diam sejenak seraya berkata di dalam hatinya, “Pastilah dari membawa amanat ini, si Badui akan mendapatkan upah yang besar.” Maka tak berapa lama, ia berkata lagi kepada si Badui,
“Wahai Badui, bagaimana pendapatmu bila ada orang yang mau meringankan bebanmu membawa surat ini yang pasti menempuh perjalanan yang melelahkan bahkan memberimu upah sebesar 2000 dinar.?”
“Engkau seorang pembesar dan pemutus perkara. Apa pun yang engkau pandang baik, maka aku akan melakukannya,” jawab si Badui
“Berikanlah surat itu kepadaku,” kata sang menteri

Si orang Badui pun menyerahkan surat itu kepadanya, lalu sang menteri memberinya imbalan sebesar 2000 dinar. Setelah itu pergilah si pendengki ini membawa surat itu ke tempat tujuan. Sesampainya di sana, si pegawai yang dimaksud membaca surat Amirul Mukminin yang berisi pesan agar memenggal leher pembawanya, lalu memerintahkan agar leher sang menteri tersebut dipenggal.

Setelah beberapa hari, sang khalifah teringat kembali perkara si Badui, lalu bertanya kepada para pegawainya perihal sang menteri namun mereka memberitahukan bahwa sudah beberapa hari sang menteri tidak muncul-muncul sedangkan si Badui masih berada di dalam kota.

Mendengar hal itu, kagetlah sang khalifah lalu memerintahkan agar si Badui segera dihadirkan ke hadapannya. Tak berapa lama, datanglah si Badui, lalu ia menanyainya perihal kondisinya. Si Badui pun menceritakan kejadiannya dari awal soal kesepakatannya dengan sang menteri yang tanpa sepengetahuan khalifah (alias kesepakatan bahwa yang akan membawa surat itu adalah sang menteri sedangkan dirinya diimbali dengan 2000 dinar atas hal itu).

Ternyata, sang menteri melakukan itu secara makar dan karena rasa dengkinya. Si Badui juga memberitahu sang khalifah perihal ajakan sang menteri ke kediamannya dan hidangan yang berisi bawang putih yang banyak, yang dimakannya di sana serta apa yang terjadi bersamanya saat itu.

Maka ketika itu, berkatalah Amirul Mukminin, “Allah telah membunuh Hasad, betapa adilnya Dia. Ia (dengki) memulai dengan tuannya sendiri (pendengki) lalu membunuhnya.”

Kemudian sang khalifah mencabut hukuman terhadap si Badui dan malah mengangkatnya menjadi menteri sedangkan sang menteri sudah beristirahat dengan sifat dengkinya nun di sana…

(SUMBER; Nihaayah azh-Zhaalimiin karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, Juz.III, no.64, hal.89-92)

Sunday, October 3, 2010

BAHTERA HAMBA




Sukar berlabuh
sebuah bahtera keinsafan
memberanikan aku sebagai nakhoda
dilautan luas gelombang yang datang
menghanyutkan segala
kemudi kedasar dosa...

Kucekalkan diriku
bergapaian air mata
meluncur bahtera ke pulau redha
kupasrahkan hatiku
meredah gelombang cinta
yang luas menggunung menghempas dosa...

Kalau tiba kepantai putih
hamparan pasir permaidani terbentang luas
rahmat dan kasih sayang Mu

Kembali bertawadhuk
dipulau yang redha ni
kuhindarkan naluri
segala mazmumah diri
beralunan lautan
bertiup bayu kesempurnaan
ditaman itu jiwa bersemadi....

Kini danau nurani bersih
berwudhu'air mata yang gugur
menyerah diri kepada Allah
mendamba kasih menghina diri
syukur hamba dengan keinsafan
telah berhijrah akan diriku
di bawah naungan keampunan
hidup matiku hanya untukMu....

Friday, September 24, 2010

7 GOLONGAN





"Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:" Tujuh macam orang yang akan dinaungi Allah pada hari kiamat pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah: 1. Imam (pemimpin yang adil).
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadat kepada Allah s.w.t.
3. Seorang yang hatinya tergantung pada masjid, jika keluar sehingga kembali (yakni rajin menjaga sembahyang berjama'ah).
4. Dua orang saling menyinta (Kasih sayang) kerana Allah s.w.t. baik ketika berkumpul atau berpisah.
5. Seorang yang ingat kepada Allah s.w.t. ketika bersendirian lalu mencucurkan airmata ketana takut kepada Allah s.w.t.
6. Seorang yang bersedekah dirahsiakan sehingga yang dikirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kanannya.
7. Seorang lelaki yang dipanggil oleh wanita yang cantik untuk berzina, lalu ia berkata: "Saya takut kepada Allah azza wajalla."